Kalkulator Zakat

Ustadz Adi Hidayat Bicara Tentang Zakat dan LAzismu

Beliau menyampaikan bahwa zakat akan meningkatkan nilai ibadah harta bagi seorang mukmin

“Lazismu menjadi alternatif terbaik untuk menyalurkan zakat kita dan insya Allah ada nilai-nilai kebaikan lebih dari Allah subhanahu wa ta’ala,” ujar Ustadz Adi Hidayat.

Risalah Zakat

Zakat Emas & Perak

Emas dan perak merupakan logam mulia yang selain merupakan tambang elok, juga sering dijadikan perhiasan. Emas dan perak juga dijadikan mata uang yang berlaku dari waktu ke waktu. Islam memandang emas dan perak sebagai harta yang (potensial) berkembang. Oleh karena syara' mewajibkan zakat atas keduanya, baik berupa uang, leburan logam, bejana, souvenir, ukiran atau yang lain.

Zakat Perniagaan atau Zakat Usaha

Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenisnya, baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian, makanan, perhiasan, dll. Perniagaan tersebut di usahakan secara perorangan atau perserikatan seperti CV, PT, Koperasi, dsb.

Zakat Hewan Ternak

Hewan ternak meliputi hewan besar (unta, sapi, kerbau), hewan kecil (kambing, domba). Untuk hewan yang tidak tersebut di atas maka zakatnya dihitung berdasarkan perhitungan zakat usaha, yaitu dari hasil pengelolaan bisnis peternakannya. Seperti, ternak ayam, kelinci, bebek, burung puyuh, dll.

Zakat Pertanian

Hasil pertanian adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman hias, rumput-rumputan, dedaunan, dll.

Zakat Pertanian

Ma'din (hasil tambang) adalah benda-benda yang terdapat di dalam perut bumi dan memiliki nilai ekonomis seperti emas, perak, timah, tembaga, marmer, giok, minyak bumi, batu-bara, dll. Kekayaan laut adalah segala sesuatu yang dieksploitasi dari laut seperti mutiara, ambar, marjan, dll.

Zakat Profesi, Zakat Saham & Obligasi, dll

Zakat profesi adalah zakat dikenakan pada penghasilan yang diperoleh dari profesi. Adapu profesi adalah setiap pekerjaan yang menghasilkan uang, baik pekerjaan itu dikerjakan sendiri tanpa tergantung orang lain (konsultan, dokter, notaris, akuntan, artis, penjahit, pelukis, dan lain-lain) maupun pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama misalnya pegawai (negeri atau swasta) dengan sistem upah atau gaji. Dalam istilah fiqh pendapatan seperti ini dikatakan sebagai al-maal as-mustafaad.